Cuplikan Masa Lalu

     Hi there folks. Long time no write! Finally I drag myself back to the Dashboard and start to write again. LALALALA~ Been a while, since I made my old posting ain’t it? SIGH. Rutinitas kuliah bikin semua jadi terlupakan dan sekarang kembali kepada kingdom of boredom.

L I B U R.

Kinda enjoy it, though 😀

       Kali ini gua ga bakalan nulis apa-apa. emm secara teknis sih ya nulis, tapi bukan sesuatu yang baru. gua bakal mem-posting puisi-puisi lama gua, yang gua tulis jaman SMA (kelas 1) dan itu masa galau, jijik, najis huek. HAHAHA Beberapa mungkin udah ilang, tapi kompilasi ini (najis) adalah yang berhasil gua temukan. Duuuuh ngakak bacanya. Semoga yang lain bisa ngakak juga ya :”D oke puisi pertama judulnya adalah, “Bukan Maksud” gini kira-kira isinya:

Bukan Maksud Bukan maksudku mencari senang; minum tuak dari botol kayu menunggu api unggun hingga padam

Bukan maksudku menggapai luka; berdiri di kerumunan ular menunggu bisanya melahapku

Bukan maksudku merajut peluh; menari di tengah hujan menunggu hingga tersambar kilat

Bukan maksudku jadi yang kedua; diserang cinta lalu mati bunuh diri

Sumpah demi Tuhan, bukan itu maksudku!!

HAHAHAHA najissssss *guling-guling* oke yang selanjutnya, Dongeng si Angin (dari namanya aja udah ketauan kan noraknya? 😀 😀 :D)

Ku sedang duduk dalam sendiri ketika angin meniupkan dingin yang bagai sembilu mengiris tulang.

Si angin berteriak; “Wahai pemuja cinta yang fanatik akan rindu.. Bawalah pula kisah rindumu pada kebisuanku!”

Lalu ia berteriak lagi; “Wahai pembenci kemunafikan yang muak akan harapan.. Bawalah serta kisah pilumu pada keheninganku!”

Lalu si angin berbisik kepadaku; “Tidak ada yang tahu kalau mereka selalu mengeluh padaku”

Aku jawab; “Tapi aku tahu”

Ia menjawab lagi; “Kau adalah pengecualian”

Aku bertanya; “Mengapa?”

Si angin jawab; “Karena kau adalah racunnya! kau yang membuat mereka menjadi budak cinta dan budak kebencian. Kaulah setannya!”

Setelah menudingku, si angin tak pernah kembali lagi.

gua pernah nunjukkin ini ke temen gua (lupa siapa) dan komentarnya itu yang paling gua inget. dia bilang: “kok gua ga ngerti ya ti, maksudnya apa?” siapapun yang pernah nanya gini ke gua, temanku, siapapun dirimu, SUMPAH GUA JUGA GATAU MAKSUDNYA APA. LOL :”D fiuh… ada satu lagi nih. judulnya “Bagai-bagai”

Aku bagai matahari di tepian senja; tak ingin padam, tapi dipaksa tenggelam

Aku bagai hiasan kristal di pinggir meja; rapuh, mudah hancur

Aku bagai kucing mati di pinggir jalan; asa ku hilang, tapi tak sudi terinjak

Aku bagai prajurit kalah perang; diam, hanya ada kebisuan

Aku bagai dewi yang kehilanan nirwana; tersesat, tak tahu tujuan

Aku bagai borok di luka bakar; menjijikan, dirubungi lalat

Aku bagai pencuri yang sedang beraksi; sembunyi-sembunyi, tak ingin ada yang tahu

Aku bagai perawan ditinggal kekasih; merindu, mendamba

Aku bagai merpati di peraduan; gila cinta, dimabuk asmara

Aku bagai pemimpi di siang bolong; menanti harapan, mengharap kepastian

Aku bagai diriku; sarat akan hasrat, dikejar-kejar dosa.

      Untuk yang terakhir ini, cukup satu kata deh. NGAWUR. YEEEEEAAAAAPPPPP sekian kompilasi puisi galau bau tengik. Eh ada satu lagi deh, judulnya “Satu Bait Cinta” silahkan disimak. dan dicaci maki :”D

CINTA;

dia menanyakan artinya, kujawab: “tak tahu”

dia menawarkannya, kujawab: “tak mau”

dia menjaganya, kujawab: “tak perlu”

dia mencampakkannya, kujawab: “tak setuju”

dia bertanya; “lalu apa maumu?”

kujawab;

“CINTA”

      HAELAH. ANAK PIYIK SOK NGOMONGIN CINTA. hihihihihihi :3 udah dulu deh. nanti kalo nemu hal-hal lucu dari masa lalu, I definitely post it again~ hahahaha thanks for reading, lads. Bunch of love

Advertisements