Solved: Hosted Network Troubleshoot on Windows 8

Since two days ago, I had encountered a problem with my hosted network caused by my virtual adapter. I can’t connect any of my device because my virtual adapter decided to disabled itself. But before I know that this was the main cause, I looked down every possibilities by googling and going through all  the network settings in my laptop. None of those articles help my problem. This is what I have to deal with on the command prompt:

capture-20130722-132847 - Copy

The hosted network has been allowed but when I tried to start it, it is said that the network couldn’t be started. I went to Network and Sharing Center a couple of times and tried everything on the Change Adapter Setting, then suddenly an idea occurred. I went back to the command prompt and check the wireless driver, to see if the wireless supports hosted network. Here I show you how:

capture-20130722-134822 - Copy

Then I went to Device Manager (move your cursor to the right top of the screen, type Computer Management and click it) and went to the Network Adapters. Here’s what I did:

capture-20130722-133548 - Copy

Then click Properties and go to Advanced. You’ll find list of the properties and it’s value. I found that the AdHoc 11n was not being enabled. It was disabled. So I changed the value.

capture-20130722-134420 - Copy

After clicking ok, you’ll be redirected to the Device Manager. But now in the Network Adapter section, you will see Microsoft Virtual Adapter. Right-click it, then click Enable (It will be disappear weirdly but I think that’s okay). If you’ve already done that, go back to the command prompt and try again. It worked on me!

capture-20130722-135507

Check on Adapter Setting on the Network and Sharing Center the the hosted network has already back. Mine’s back!

capture-20130722-143024

Thank you for reading. Hope this helps.

Alasan Mengapa ‘Free-Spirited’ Self-Proclaim Identik Dengan Slutty

photo

Seiring dengan perkembangan jaman, socmed makin jadi bagian dari keseharian. Apapun yang terjadi di kehidupan sehari-hari bakal di-update di dunia maya, dan sebaliknya apapun yang terjadi di dunia maya seringkali jadi topik obrolan di kehidupan sehari-hari, even cuma buat icebreaking.

Fame, di dalam socmed semacam twitter, bagi sebagian orang tuh ternyata penting banget. Jelas, dengan kekuatan persuasi dan self-branding, asal lo mampu, lo bisa jadi apapun yang lo mau: penulis, pengusaha, politisi dadakan, spiritualis, pengamat sosial, bahkan selebriti. Semua bisa dengan satu hal: lo disukai dan so-called ‘diakui’ sama banyak orang atau followers. Manfaatnya? The power of massive communication, bien sur. Penciptaan ‘pasar’ tanpa harus bayar sewa lapak. Lo bisa membantu orang menjual barangnya di twitter.

Entah tujuannya buat profit atau emang di dunia nyata sosoknya semacam underdog yang ‘bukan siapa-siapa’, banyak orang-orang yang self-branding dirinya dalam klasifikasi tertentu, bahkan membuat citraan dirinya yang samasekali berbeda dari kesehariannya. Salah satu tipe yang unik baru-baru ini adalah tipe cewek dengan konten twit dewasa. Gue pribadi senang menjuluki mereka dengan self-proclaim ‘free-spirited’. Dalam konteks seksual, gue respek dengan cewek yang gak munafik. Gue sendiri udah menghapus boundaries gender gue dengan sempat menulis erotika, dimana cerita dewasa tersebut gue tulis dari sudut pandang perempuan. Tetapi sebagai perempuan gue pribadi gak suka dengan akun-akun itu. Kenapa? Lame. Mereka terlalu shallow. It seems to me that they’re nothing but a slutty pathetic attention-whore. Bagi gue, mereka merusak citra perempuan yang emang beneran free-spirited, dengan citraan yang mereka buat di twitter.

Berikut alasan gue:

1. Mereka terlalu sering mengobjekkan dirinya sendiri

Biasanya, mereka correlate sex dengan apapun. Seks dijadiin perumpamaan untuk hal apapun, termasuk untuk menyindir opposite gender. Pengobjekkan diri sendiri bisa dilihat dari pemilihan kata. Mereka gak risih ngomongin alat seksualnya sediri, tentunya dengan referring kedirinya sendiri. Contoh: toket, nenen, meki. Untuk kata kerja, terlalu sering  ditemukan penggunaan imbuhan pasif seperti di-. Contoh: dinenenin, dimasukkin, digrepe. Terus kegiatan seksual yang sering mereka jadiin perumpamaan itu cenderung men’s pleasure oriented. Contoh: Ngulumin. Dan tentu aja, penggunaan kata ‘kamu’ lebih banyak dari kata ‘aku’. Atau biasanya kata ‘kamu’ mendahului kata ‘aku’. Twitter kan semacam stream of thoughts. Meskipun dia mengaku sedang tidak jadi dirinya sendiri (alter-ego), tapi pemilihan kata itu biasanya subconciously.

2. Men’s pleasure oriented

Seperti yang tadi udah gue bilang, kecenderungan konten seksual yang sering terlihat dari postingan mereka rata-rata berhubungan sama kegiatan yang tujuannya buat stimulasi kenikmatan laki-laki. Entah memang targeted audience mereka laki-laki, atau mereka gak ngerti apa yang bisa membuat diri mereka sendiri merasa nikmat, atau mereka memang awam seks yang sebenernya gak ngerti apa-apa. I’m afraid these girls know nothing about orgasm and the real meaning of sex. Apa ada hubungannya? Jelas ada. Dari kecenderungannya membahas kegiatan menstimulasi laki-laki, perempuan-perempuan ini terlihat ‘know nothing about their pleasure’; they only know how to please their partners. Sedangkan well-experienced women in sex, terutama yang sudah akrab dengan orgasme, pasti akan subconciously memposisikan dirinya sebagai subjek dan pasangannya sebagai objek. Proporsi membahas kegiatan yang bikin mereka stimulated dan menstimulate pasangan pastinya gak bakalan timpang. Yang jelas mereka gak akan banyak menyebutkan area-area erotiknya sendiri, dan mereka gak go around and give “eh gue udah pernah ngelakuin ini loh, dan gue bangga”  kind of attitude. Perempuan jenis ini sudah secara penuh sadar what pleases her dan menganggap seks itu sejatinya buat diri lo sendiri, bukan kebahagiaan yang bisa dibagi ke semua orang.

3. They use ‘sex’ to go against opposite gender

Mereka memposisikan dirinya sebagai ‘korban secara seksual’ yang merugi, untuk menyerang laki-laki yang pernah ada di kehidupan mereka once the relationship’s over. Mereka mempersalahkan laki-laki atas nafsunya dan menganggap laki-laki cuma ‘memanfaatkan kesempatan’. Bitch please. Ketika interaksi seksual terjadi, udah jelas dari dua pihak pasti pada saat itu horny. Kalo memang lo merasa jadi korban, kenapa waktu itu tetep ngelakuin? C’mon, you know you enjoyed it. You loved it. And now you said that they just ‘used’ you? Seriously, women, you should really stop to see themselves as the victim sexually once the relationship has ended. Entahlah atau memang mereka terlalu munafik mengakui birahi sendiri. By the way, in relationship, you are the victim if you’re not allowed to get an orgasm during the sexual activity. So if you’ve been fully satisfied in your past relationship, please, save your stupid bullshit for another cause.

4. Using sex as the weapon of attraction

Here I tell ya: you’re less attractive when you’re trying so hard to be liked by being obscene. Orang-orang mungkin keliatannya suka sama lo, tapi sebenernya mereka cuma nganggep lo nothing but bispak (ups). I mean, you don’t have to go around and intently trying to arouse people with your words. What’s the point? Nothing.

5. Showing “I’m sexually active, emotionally absence. Because I have fuckbuddy” kind of attitude

Oh dear, such a lame self-proclamation. It’s like you’re like stating that sex is only good when you do it with partner. Too lazy to touch your cl*t or simply never had a good orgasm when going solo? Pffft. Here’s a little secret: sex is fun even when you do it only with yourself.

Kesimpulannya, perempuan-perempuan yang ngelakuin 5 kesalahan di atas ini udah membuat citra cewek yang beneran emang free-spirited, jadi sesuatu yang buruk. Kesalahan-kesalahan ini yang bikin perempuan gak bisa bebas berekspresi, sexually, tanpa dicap ‘gampangan’. Saran gue: cepetan sadar ya.

Dari gue, untuk seluruh perempuan.

FAQ: Dialog Asa, Media Platform yang Timbul Tenggelam

photo 4Dialog Asa is a media-sharing platform that curates articles which contain variety of perspectives, ideas, and inspirations. We are an Independent platform publishing which is pro-liberated thoughts. We invite contributors from different professions; backgrounds. Our concern is to reach out all subject of interests: humanity, music, technology, etc. All is compiled in ‘Category’. We’re focusing on the content of the article with neat and easy-to-read page, to enhance the experience of reading.

Apa itu Dialog Asa ?

Dialog Asa adalah media-sharing platform yang mengkurasi berbagai artikel atau tulisan yang berisikan berbagai macam perspektif, ide, dan inspirasi. Dialog Asa sendiri merupakan platform publishing independen yang sangat pro terhadap pemikiran yang bebas. Kami mengundang kontributor dari berbagai profesi dan latar belakang untuk menulis disini. Tulisan-tulisan di Dialog Asa kami gawangi dengan berbagai macam kategori sesuai dengan bidang peminatan seperti, kemanusiaan, teknologi, musi, dan lain-lain. Selain fokus terhadap konten, kami juga menawarkan halaman yang neat dan enak untuk dibaca, demi kenyamanan pembaca.

Kenapa Dialog Asa?

Berawal dari kegelisahan kami yang haus informasi, baik itu aktual maupun trivia, kami belum menemukan website yang menawarkan apa yang ingin kami tawarkan dari Dialog Asa. News portal yang meraja di dalam negeri mayoritas adalah penyaji berita aktual. Namun ada pula media platform alternatif lainnya yang menspesifikasikan dirinya dalam genre tertentu seperti teknologi, bisnis, komedi, entertainment. Kesamaan yang kami temui adalah, artikel maupun tulisan yang dirintis tidak semuanya kita butuhkan. Mayoritas publishing platform yang kita temui dewasa ini mementingkan ‘oplah’, dalam artian kuantitas yang massive untuk menaikkan rating. Akibatnya banyak berita yang diulang, maupun ekspos besar-besaran berita yang sebenarnya tidak terlalu penting. Misalnya, “Kucing Penyanyi Dangdut X Melahirkan Lagi”, atau “Mantan Artis X Rajin Minum Jamu”.

Kami merasa penting bagi kaum intelektual yang wara-wiri dunia virtual, untuk bisa memilih ‘asupan’ yang berguna untuk kita di tengah terjangan massive berita dan artikel di setiap menitnya. Asupan yang ditawarkan oleh Dialog Asa adalah tulisan segar dari kita dan untuk kita, yaitu tulisan-tulisan yang bertujuan untuk menginspirasi, berbagi perspektif, berbagi ide. Maka itu kami menyebut diri kami sebagai website yang independen, dengan maksud mencakup banyak makna sekaligus. Kami meirintis secara independen, tulisan-tulisan ini dari penulis-penulis independen, dengan pemikiran yang independen pula. Tulisan-tulisan dalam Dialog Asa berawal dari hal-hal sederhana di sekitar kita yang kadang luput dari dialog kita sehari-hari. Di setiap tulisan inilah, kita berdialog akan harapan dengan menyiratkan ajakkan, baik untuk berpikir, untuk perubahan, maupun untuk kebaikkan bersama. Dengan kata lain, Dialog Asa berusaha mengajak kita semua untuk membahasakan pemikiran-pemikiran sederhana kita, dan menuangkannya disini agar dapat berguna bagi sesama.

Selain itu, Dialog Asa menawarkan halaman baca yang membuat nyaman pembaca, minimalis, tanpa distraction disana-sini. Para pembaca bisa langsung meneruskan artikelnya ke platform lainnya seperti Disqus, Twitter, dll. Fitur baru yang kami tawarkan adalah para pembaca bisa mengirimkan ke twitter, beberapa bagian kalimat dari sebuah artikel. Cukup dengan mem-block kalimat yang ingin dikirim, lalu akan muncul pilihan untuk meneruskan link tersebut via twitter.

Bagaimana Caranya Agar Dapat Menulis di Dialog Asa?

Sejauh ini, Dialog Asa baru terbuka untuk undangan saja. Selebihnya kami akan membuka untuk umum. Sebagai website yang baru dirintis, kami mengakui bahwa Dialog Asa masih kurang di sana-sini. Kami masih berproses dan masih jauh dari kesempurnaan. Namun kami terus memperbaiki, menambahkan yang kurang, dan mengembangkan yang sudah baik, demi mencari formulasi yang terbaik untuk Dialog Asa.

Semoga tulisan sederhana terkait pertanyaan yang sering muncul ini dapat berguna bagi kita semua. Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai Dialog Asa, kami tunggu di yunisa@dialog-asa.com

Terimakasih atas waktu yang digunakan untuk membaca.

Better Life: My Approach To A Healthy and Stress Free Lifestyle

photo 4

So it started about a month ago, when I suffered from tonsillitis. You know, that inflammation in your throat and nasal area. I got tonsilitis two times within two weeks and cold a week after, it made me notice that I have a low immunity against virus. I easily get sick, and I hardly forgot how being healthy feels like.

Though, I realize what makes me so weak.

  1. Sleep deprivation
  2. Lack of vitamins
  3. Lack of excercise

Beside that, I also suffered from extreme mood swing and stress. I read a lot of articles and found out that those previous bad habits caused me to release so little amount of serotonin. Yeah, that hormone which makes you stress free and could bring you enough positive thoughts and shit.

So I changed my lifestyle about a week ago.

  1. I tried to cure my sleep disorder by drinking milk and whole grain bread before sleeping.
  2. No alcohol at least 2 hours before sleeping
  3. This is my favorite part. I woke up early to go swimming. Luckily we have a swimming pool in the apartment. So I don’t have to go to public swimming pool.
  4. Replacing my snack with banana, or cheese and peanut butter. (My favorite peanut butter is the chunky one)
  5. Drink a lot of water.

And starting from yesterday, I change my eating habit. These are my super cheap list of groceries.

Banana

Banana. Variated price, it depends on the weight. Sunpride also sells banana on a single package.

Whole grain bread.

Whole grain bread.

Peanut Butter

Chunky Peanut Butter. I was about to buy JIF but the chunky one was out of stock, so was Skippy. And Skippy is kinda pricey. Morin taste good, nevertheless.

Honey

Capilano Honey.

Milk

The only reason I bought this brand of milk is because it was sale 30% off than normal price. And quite tasty, tho.

Oranges

Valencia Oranges.

Oatmeal

I just found out that Energen has this kind of product. Actually I bought it because Quacker was out of stock. But hey, it has dried fruits in it. And it’s quite tasty, tho.

Cheese.

It really tastes better. But again, I bought this because it’s a lot cheaper than Kraft or any other cheddar cheese. Yet the taste quite yummy. So much winning.

I also change my menu. I haven’t think about any other variation but this is what I had yesterday.

This is my menu for breakfast. Some articles said that the most important time to eat is in the morning, breakfast. So I gave it a try by adding a lot of calories in one portion. I had this around 8am.

photo 3

Two glasses of milk a day. One in the morning, one before sleeping. They say it’s good for releasing some serotonin. Believe it or not, I think it’s working.

photo 2

This is what I had on lunch. Actually I think I could switch that with the breakfast for variation. I had my lunch at 1pm. Before midday, I ate a piece of banana. And before dinner, I ate some pieces of cheese and an orange.

For the dinner, I ate 100 grams of meat with rice and shrimps. And some martabak with talas cake. Yes, I ruin my fuckin diet. But hey, at least I was still on the track. And no picture for the dinner, sorry. It was not on my diet menu. I went home to Bogor this weekend and I couldn’t argue but to ate what was on the dining table.

If you’re curious of how much I’ve spent for the groceries, forget it.  I lost the facture so I can’t give you the actual price. You can always check it on the nearest convenient store around you.

Thank you for wasting the valuable 2 minutes to read this post. Now you can carry on with your life again.