Maka Tulislah

Ditulis pada 10 Mei 2013

Harapanmu tak mutlak berteman sepi
Pemikiranmu bukan pasti tak berarti
Semangatmu belum tentu tak menulari
Usahlah kau jadikan mereka milikmu pribadi.

Jika harapan tak mampu kau pikul sendiri, bagilah ia kepada sesama
Jika pemikiran terlalu riuh tak kunjung luruh, lantangkan gemanya kepada angkasa
Jika semangat terlalu berkobar, bagilah pendarnya ke seluruh dunia
Tularkan yang mengusikmu, kepada mereka yang bertuan hati.

Karena tiada mungkin semangat, pikiran dan harapan itu, jika tak berpenghuni
Mereka mendiami jiwa-jiwa yang bertahta nurani
Jiwa-jiwa yang diam-diam sepi dalam diamnya,
Jiwa-jiwa yang diam-diam menggeliat dalam diamnya,
Jiwa-jiwa yang diam-diam meraung dalam diamnya,
Jiwa-jiwa yang milikmu, milikku, dan milik mereka.

Coba kau berputar, lalu lihat sekitar, barang sebentar

Barangkali kan kau lihat temaram diantara pekat
Barangkali kan kau dengarkan kidung diantara gemuruh
Barangkali kan kau temukan lembayung di mendung cakrawala

Karena benakmu, pikiranku, maupun gelisah kita pada hari ini,
adalah sebuah penentuan untuk masa depan.

Maka tulislah. Lalu antarkan kepada seluruh mata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s