Surat Cinta #1: Untuk Ibu

phonto (14)
22 December, 2012
9:44 AM

Ibu, surat ini kutulis karena hari ini adalah harimu. Surat ini kutulis sebagai bentuk rasa cinta dan hormatku. Surat ini kutulis sebagai bentuk kekagumanku atas adamu. Dan terlebih, bersama surat ini aku antarkan ucapan selamatku, bu.

Selamat hari ini 84 tahun yang lalu, seluruh Ibu, seluruh perempuan di nusantara duduk bersama, berpikir kritis dlm satu kepentingan: kemajuan bangsa.
Selamat karena sejak saat itu, kau telah berjuang demi sesamamu dan sesama manusia. Selamat karena Ibu adalah makhluk yang terpilih untuk berjuang. Berjuang dalam perjuangannya masing-masing; demi keadilan, demi yang tak punya suara, juga tak berdaya.

Selamat karena Ibu adalah gelar maha agung bagi perempuan.

Selamat karena Ibu adalah perempuan yang mengabdi pada pengorbanan.
Selamat karena Ibu adalah pejuang dalam misi cinta & kasih; dimana cinta kasih yang ia miliki bukan untuk dirinya, tetapi untuk sesama. Adalah kekaguman setiap insan bahwa ia rela berbagi tubuhnya; dari darah hingga lubang di perutnya. Betapa tolerannya dirimu dapat menerima makhluk asing yang tiba-tiba mendiami badanmu. Lalu dengan haru kau sambut dengan puting susu, kau jamu kedatangan sang tamu dengan darahmu.

Sungguh engkau ditakdirkan menjadi yang agung.

Ibu adalah lencana, adalah gelar, adalah penghargaan, bagi perempuan yang berjuang. Selamat karena ibu adalah sebuah tanggungjawab yang berat, dedikasi yang dahsyat, semangat yang pekat, penguat bagi seluruh umat.

Kepada seluruh perempuan yang berjuang… panggil mereka dengan “Ibu”. Selamat karena ini harimu, Ibu. Hari dimana kami merayakan cintamu.

Dan izinkan aku merayakan hari ini, dengan menulis surat cinta untukmu 🙂

Advertisements